Romy Sujatmiko adalah pria 30-an, suka music, suka nonton Film, suka masak-masak, suka baca-baca, jalan-jalan, dan tentu suka makan-makan. mau sambung romy? semua orang baik welcome deh. Sila tekan 08123254396 atau arahkan pesan ke romydjatmiko@gmail.com
Yang namanya suka, tentu mampu membuat frekuensi untuk kembali mengulang sensasi yang sudah pernah dibendus, dilihat, dirasa atau dialami lagi....lagi dan lagi. Sesudah kreco rebus, saya posting lagi Sate Bekicot. Makanan ini memang berbahan dasar daging bekicot atau daging keong racun. Kalau sudah diolah dengan bumbu dan dikukus, gurihnya terasa sekali. Kenyalnya juga pas.....Daging-daging bekicot itu ditusuk dengan lidi. Satu tusuk lidi, bisa 3 sampai 4 daging bekicot. (Jadi kalau baru pertama kali baca soal sate bekicot, jangan membayangkan kalau daging bekicot yang dibuat sate itu juga dibakar seperti sate ayam, kambing atau kelinci)
Secara mainstream, Sate Bekicot disajikan dengan dressing bumbu kacang, sedikit kecap dan sambel. Mau di makan dari lidinya atau mau dilepas dulu, kemudian dicampur jadi satu, silakan saja. Disantap sebagai lauk nasi putih juga sah-sah saja. Enak.......
Nah, kemarin sewaktu lewat Jengkol, sentra Sate Bekicot di Plosoklaten, Kediri. Saya sengaja order untuk di-take away. Pingin coba makan Sate bekicot yang "out of the Box". Di Warung Mbak Ida, Sate Bekicot langsung disandingkan dengan Sambel Terong yang lumayan pedas. Masih ada menjes goreng yang hangat-hangat sungguh. Dibuat mendorong nasi melewati kerongkongan. . . . . . . ternyata, UWENAKKKKK juga.
Lokasi Sentra Sate Bekicot : Desa Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri - Jatim. (Dari Simpang Lima Gumul, 10 Km arah timur). Desa ini dekat dengan lokasi wisata Ubalan.
Warung Sate Bekicot yang terkenal di sini adalah Warung Mbak Sri. Di warung ini selain sate bekicot, juga ada sajian-sajian lain seperti ayam bali, daging dan lain-lainnya. Satu lagi, saya lebih pas sekarang ke warung Bu Wagiman. Warungnya paling ujung selatan Desa Jengkol ini. Di warung ini, Bu Wagiman punya krengsengan bekicot yang cendeung lebih pedas. Kripik atau Rambak Bekicotnya juga hmmm...hmmmmm...hmmmmm.
Di Multiply ini, kreco rebus sudah pernah saya posting. Lokasinya di sebelah utara Masjid Kembang Kuning – Surabaya, dan sekarang pindah ke Kedung Anyar Gg 2 Surabaya.
Yang saya posting sekarang adalah penjual kreco rebus keliling. Saya temui Beliau di Sambirejo, Pare, Kediri. Sejak saya masih kecil, penjual kreco di wilayah Kediri, biasanya naik sepeda onthel, bawa keranjang yang bentuknya sedikit lebih kecil dibandingkan rengkek orang jual sayur. Satu keranjang dipakai untuk wadah sekaligus penyangga panci isi kreco rebus, satunya untuk tempat panci isi sate kul. Yang tidak pernah ketinggalan dari keranjang penjual kreco adalah potongan-potongan lidi yang rata-rata sepanjang 5 cm-an. Biasanya ditaruh di kotak kayu kecil atau kaleng bekas susu kental manis, yang diikat di keranjangnya. Dalam Bahasa Jawa, lidi adalah biting. Untuk menyantap kreco rebus, biting ini berguna untuk membuka tutup cangkang kreco, mencungkil keluar daging kreco untuk bisa segera dimasukkan mulut.
Nah, rasa asem gurih dan pedas dari kreco rebus ini diperkaya dengan kenyalnya daging kreco itu. Kalau masih hangat . . . . . wuih....mantabbbb!
Sementara Sate Kul, adalah spesies kreco yang lebih besar ukurannya. Sudah dikeluarkan daging dari cangkangnya, disate dengan sujen dari lidi juga. Daging sate Kul ini dimasak dengan bumbu-bumbu rempah-rempah dan kecap. Rasanya kenyal, masih, gurih dan pedas. Pokoknya . . . . . . hmmmmmm!
Makan memang sangat esensial untuk kelangsungan hidup kita. Pendeknya, tidak makan, kita bisa lapar, kalau lapar, bisa-bisa kesehatan terganggu. Paling parah kalau kelaparan, bisa-bisa kita . . . . . . lanjutkan saja sendiri.
Nah, Kembali soal makan tadi, mumpung diberi kelonggaran, boleh khan kita makan enak. Enak di sini, lebih mengacu pada enaknya diri kita. Artinya, enak di sini khan kata sifat, jadi akan sangat bergantung pada siapa yang mengatakan, kalau makanan ini atau itu . . . . enak.
Nah yang ini, secara nominal mungkin hanya telung ewu ripis. Tiga ribu Rupiah, dan sajiannya hanya Nasi Putih, Sambel Bawang, Seiris Tempe Goreng dan beberapa Terong Goreng. Tentu bagi yang tidak suka makanan ini pasti tidak enak. Tapi bagi yang suka, seperti saya, hmm....... Pedasnya, manisnya, terong goreng yang panas mongah-mongah, dan gurihnya tempe goreng, wih........... SELANGIT!
Sebenarnya, Ndak ada yang istimewa dengan cara membuatnya. Siapkan terong yang segar. Iris jadi beberapa potong, asal tidak terlalu tebal. Cuci bersih irisan terong ini dan goreng dengan minyak goreng secukupnya. Perhatikan juga, janga sampai gosong. Pokoknya matang luar dalam. Tempe goreng di sini, sebenarnya hanya sesuai selera saja. Bisa diganti tahu goreng setengah matang, tahu krispi, telor dadar atau ceplok, Ikan air tawar atau asin dan segala macamnya. Saya pilih tempe, biar rasa manis dari terong goreng tidak terkontaminasi.
Sambelnya, ini juga sesuai selera. Mau pedas atau suka yang lebih manis, silakan saja. Untuk sambel, pakai lombok abang (cabe) segar. Ukurwan bawang putihnya juga sesaui dengan selera, untuk 6 atau 7 cabe, biasanya pake setengah siung bawang putih ukuran sedang. Khusus untuk yang ini, saya lebih suka minta mentahan. Artinya lombok dan bawangnya dibiarkan mentah alias tidak digoreng. Biar rasa pedasnya lebih nendang. Beri garam secukupnya, dan gula putih secukupnya juga. Uleg sambel ini, dan beri jelantah panas dari proses menggoreng terong dan tempe. Dan ulangi prose ulegan pada calon sambal sampai benar-benar lumat.
Nah, semua sudah siap, sekarang terong goreng yang masih hangat segera dipenyet. Dan tumpangkan ke nasi putih hangat . . . . . . . . . huah . . . huah. . . . . huah. . . . . huah . . . . . Seperti saya bilang sebelumnya, rasanya SELANGIT.
Foto-foto diambil di Warung Mbak Ida, Sambirejo, Pare, Kediri.
Pertengahan Oktober 2010, ada kesempatan lagi naik sampai ke atas atap lantai 24 Garden Palace Hotel. Waktu kami naik, sekitar jam 16.30 WIB. Ternyata kami harus tinggal lebih lama dari rencana semula.
Sementara teman-teman sedang menyelesaikan pekerjaannya, saya seolah tersadar dengan pemandangan dari level yang cukup tinggi ini di kota Surabaya. Saya sempatkan berlama-lama memandang ke arah utara, Selat Madura tampak. Jembatan Suramadu juga tampak samar-samar. Begitu juga sewaktu mata diarahkan ke penjuru mata angin yang lain, baru saya tersadar kalau Surabaya ternyata bisa tampak lain kalau kita tatap dari tempat yang sedikit lebih tinggi.
Dari atap Garden Palace Hotel ini, saya bisa melihat padatnya lalu lintas sore hari di Jalan Panglima Sudirman. Pikir saya, kalau di ujung utara Pangsud sudah seperti itu padatnya, bagaimana dengan yang sesudah Monumen Bambu Runcing, lalu bagaimana juga jalan-jalan yang lain pada saat yang sama.
Semakin sore, mendekati Maghrib, langit berganti warna. Sungguh sebuah transisi, sebuah gradasi yang demikian luar biasa. Sungguh bersyukur saya, bisa melihat setitik kebesaran Allah SWT semacam ini.
Benar kata para pujangga kalau waktu cepat sekali berlalu. Tidak terasa sudah Nopember lagi. Artinya, Dinda Novita Setyowati sudah berulang tahun ke dua. Novi, atau Dinda, adalah keponakan yang sekarang tinggal di Menganti - Gresik.
Sewaktu dia masih 3 bulanan, Novi lah yang membuat saya bisa mulai merasa suka dengan anak kecil. Sebelumnya, jangankan suka, melihat anak kecil, langsung yang ada di benak saya adalah keribetan. Mungkin itu juga yang membuat kami, Pak Dhe dan Budhenya Novi, tidak segera punya momongan meski sudah hampir 10 bulan menikah.
Dari tidak suka sama anak-anak, rasa cinta pada anak-anak mulai muncul di hati saya, bersamaan dengan tumbuhnya Novi. Alhamdulillah, Novi sekarang sudah punya kakak selain Kak Dimas. Meski umurnya sekarang masih 8 bulanan, Rizky Ahmad Setiawan, anak kami, dipanggil Novi dengan sebutan "Tatak (Kakak)." Selamat Ulang Tahun, ya Nduk!
Ini sewaktu aku sama Ida ke Magetan. Lihat rumah Magetan (kondisinya memprihatinkan Tut). Sowan ke Bu Dhe - Bu Dhe di sana.Juga ke sarean Mbah Kakung, juga ke sarean Mbah di Bandar.
Lokasi di Desa Trisulo Kec. Plosoklaten, Kab. Kediri. Persis di sebelah barat Gunung Kelud. Ini di sepanjang aliran Kali Lahar Trisulo. Kalau tidak ada banjir lahar Kelud, sama dengan Kali Lahar, dipakai bercocok tanam. Mulai Tebu, Jagung, juga Nanas dan tanama keras Jambu Mete.
Pasir dan batu di sini, ikut membangun desa dan kota.
Foto-foto ini diambil di dalam Kali Lahar Trisulo, 3 hari pasca mengalirnya material Gunung Kelud, akhir Februari 2009. Desa Trisulo Kec. Plosoklaten Kab. Kediri. Ini juga jalur lahar Gunung Kelud. Posisi ada di sebelah barat Gunung Kelud. Kalau tidak ada letusan, kali lahar ini jadi lahan pertanian. Ditanami tebu, jagung atau nanas. Lebarnya.....ga bisa ngukur. Sesudah dilewati material lahar dingin, wilayah ini ramai penduduk sekitar. Ada yang panen kayu, batu, dan pasir.
Ini jalur lahar dingin Gunung Kelud yang menghubungkan Kawasan Perkebunan Kopi Mangli dan Kecamatan Puncu. Kalau normal, jalur ini kering kerontang, dibuat lapangan bola juga bisa. Pas lahar dingin melintas....hiii... Pas material lahar dingin Gunung Kelud melintas akhir februasri 2009, kabarnya ada truk pencari pasir yang hilang. Foto ini diambil 3 hari pasca kejadian. Meski banyak menimbulkan kerusakan, Gunung Kelud wujud rahmat Allah. 3 hari pasca luberan lahar dingin dari lereng utara Gunung Kelud ini, warga sudah giat ambil pasir dan batu material lahar dingin. Subhanallah!
Akhir Februari 2009, sejumlah kecamatan di Kab. Kediri menerima material lahar dingin Gunung Kelud. Yang ini 3 hari pasca kejadian. Ini jembatan yang menghubungkan Gedang Sewu dan Pare.
Pagi-pagi menghirup udara penuh kabut di sepanjang jalan antara Siman dan Kebon Agung. Duduk. . . dan . . . .Putri Malu dan teman-temannya tampak begitu mempesona.
Waduk Siman sudah pernah dikunjungi. Nah ini jalur sungai di atas Waduk Siman - Kepung - Pare - Kediri.
Air sungai ini ternyata turun dari Waduk Selorejo - Malang. Sebelum turun ke Siman. Dipakai muter turbin-nya PLN di Mendalan. sebenarnya ndak boleh difoto.
Kecil sih...tapi dahsyat. Banyak buku, banyak data, banyak baca . . . Wis hebat pokoknya. Meski sudah ga bisa lama-lama nongkrong di Perpus ini, karena perbedaan dunia (baca jam kerja), kemarin dapat hadiah banyak buku. Ayo . . .membaca.
Lendy Widayana adalah sosok yang menyenangkan. Kaget juga waktu mendegar kabar Bung ini kena musibah ledakan tabung elpiji untuk water-heating. Sekali lagi, Selamat Jalan Bung. Anda sudah lakukan banyak hal hebat!!
Tempat pasang iklan baris gratis tanpa daftar dan langsung tampil. Promosikan semua produk atau jasa Anda di messiklan.com sepuasnya, gratis tanpa dipungut biaya.
Kenapa banyak penjual senang buat toko online di http://www.dinomarket.com ? Emang banyak fasilitas nya.. Lokasinya dekat, lokal, di Indonesia, sehingga lebih cepat terhubung, lalu bisa upload video dan gambar langsung, tanpa perlu numpang ke website lain, lalu kalo ada calon pelanggan yang menghubungi kita, ada SMS notifikasi , mau langsung kontak ke customer bisa langsung chatting online. Dan semuanya SERBA GRATIS!
Alhamdulillaah.... akhirnya nyambung juga dengan bolo lawas. Suwun Rom dikontak. Ya, aku sempat dengar ttg kamu dari Andik (Pramuka) yang di Gugat trus sekarang di SBO TV. Di SS ya? Alhamdulillaah... Bojo wong ndi, Rom?
Masih di SS. Dapat tonggo dewe, Cah Pare. Sukses Nda. he..he..he.,...suwe ga ngomong "Nda"
Alhamdulillaah.... akhirnya nyambung juga dengan bolo lawas. Suwun Rom dikontak. Ya, aku sempat dengar ttg kamu dari Andik (Pramuka) yang di Gugat trus sekarang di SBO TV. Di SS ya? Alhamdulillaah... Bojo wong ndi, Rom?
Kak Romy, ada tiga ucapan yang mau aku kasih ke kamu : hehehhe kaya apaan ajah 1. Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan dosa yang selama ini aku lakukan padamu...dan mungkin membuatmu gregetan-kesel-sumpek atau jengah liat aku ...hiksss
2. Met Ultahhhh, pokoknya panjang umur .....sehat - seger - lahir batin dan jiwa raga ..hehehe
3. Met menempuh hidup baru ....semoga menjadi keluarga yang sakinah - mawadah - warohmah...bisa menjadi imam yang terbaik bagi keluarga kecil yang dibina...AMEEEEEEEEEEEEEEEENNNN
4....apaan yak...jangan lupa deh ..ntar kontak kontak terus ya masss...thk u
Ndra, untuk poin 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya, Terima kasih. Selamat juga dengan Dirimu dan keluargamu. Yang jelas kita saling support to. Nek travelling jangan lupa bawa voice recorder ya....biasa Ndra untuk voices yang we hate most..... "Potret - Potret" ha..ha..ha....
Kak Romy, ada tiga ucapan yang mau aku kasih ke kamu : hehehhe kaya apaan ajah 1. Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan dosa yang selama ini aku lakukan padamu...dan mungkin membuatmu gregetan-kesel-sumpek atau jengah liat aku ...hiksss
2. Met Ultahhhh, pokoknya panjang umur .....sehat - seger - lahir batin dan jiwa raga ..hehehe
3. Met menempuh hidup baru ....semoga menjadi keluarga yang sakinah - mawadah - warohmah...bisa menjadi imam yang terbaik bagi keluarga kecil yang dibina...AMEEEEEEEEEEEEEEEENNNN
4....apaan yak...jangan lupa deh ..ntar kontak kontak terus ya masss...thk u