 | Romy? Siapa Sih? | Jul 7, 2007 |
Romy Sujatmiko adalah pria 30-an, suka music, suka nonton Film, suka masak-masak, suka baca-baca, jalan-jalan, dan tentu suka makan-makan. mau sambung romy? semua orang baik welcome deh. Sila tekan 08123254396 atau arahkan pesan ke romydjatmiko@yahoo.com |  | Sepintas memang kelihatan seperti kristal. Tapi ini dari pyrex. Kaca batangan, yang dibakar dengan api las, dilelehkan, ditarik, dipilin, ditempel, ditekan, jadi deh bentuk-bentuk seperti fountain, miniatur mobil, sepeda motor, binatang imajiner seperti kuda sembrani, perahu phinisi, sepasang sapi kerap atau masih banyak lagi.
Artist-nya Mas Arif Rifiansyah. Masih muda, 30 tahunan. Belajar seni ukir kaca ini ke Kuala Lumpur. 3 tahun dia belajar di sana. Kata Mas Andi, 2 tahun magang di KL untuk kuasai teknik dasar. Tahun terakhir, adalah tahapan pengembangan imajinasi. Ini yang paling penting. Kalau tidak kuasai tahap imajinasi ini, akan susah tuangkan ide ke bentuk ukir kaca ini. Paling hanya bisa contoh benda yang sudah ada. Kata Mas Andi ini, dengan kuasai tahap imajinasi, seorang artist ukir kaca, dengan hanya diskusi dengan klien, bisa ciptakan bentuk-bentuk yang semula hanya ada di alam ide. Mas Andi ini, sekarang mandiri. Oh ya..satu hal lagi. Jangan harap bisa pesan karya ukir kacanya tahun ini. Tahun 2008 ini, Mas Andi tidak terima order, fully booked.
Kata Mas Andi, yang juga korban lumpur ini, 1 item karya bisa diselesaikan paling cepat 3 jam. Yang paling rumit yang pernah dibuat, 3 hari. Semuanya handmade, bukan cetakan. Kalau dilihat sekilas memang tampak seperti barang atau ornamen kaca cetakan. Tapi kalau mau amati lebih seksama, kelihatan warnanya yang lebih cemerlang, dan lebih ada emosinya.
Transparan. Yup... lebih bagus dari pada diberi nuansa color. Kalau pakai warna, akan pengaruhi kualitas. Mas Andi dan Mbak Puji (istrinya), pasarkan karyanya ke hampir seluruh daerah di Indonesia. Permintaan paling besar dari Jakarta. Promosi dilakukan via internet dan work of mouth.
Dengan payung Netha Craft & Art. Workshopnya di Magersari Permai - Sidoarjo. Showroomnya di Royal Plasa - Surabaya. |
|  | Kreco..kalau besar ukurannya jadi Kul, atau Kakul kata orang Bali. Apapun namanya siput hama sawah ini adalah penganan yang distinguished. betul kalau dulu jaman SD di Kediri dulu, penjual kreco ini naik sepeda angin, bonceng dua keranjang, kanan kiri. Satu sisi ada panci aluminium yang biasanya sudah hitam legam, isi kreco rebus ini. Keranjang satunya isi macam-macam, bisa daun pisang untuk pincuk, atau isi jajajan lain. Dulu belinya sepincuk paling 250 rupiah. Dengan uang segitu di akhir 80-an sampai awal 90-an, sudah dapat sensasi makan kreco rebus yang .......DAHSYAT!!!
Daging siput ini kalau sudah selesai proses masak ..tekstur dagingnya empuk kenyal. Nuansa rempahnya dapat. Soalnya kaya bumbu rempah. Belum lagi dukungan kuah yang pedes, asin, wis.....jian.....bikin lupa tagihan kartu kredit.
Masaknya? Wih...ini puanjang.......Mau coba? Pertama harus bersihkan dulu kroco eh...kreco-kreco ini dari lumpur dan nuansa kotor lainnya. Masukkan kawanan kreco ini di ember plastik, kasih air bersih, kosek dengan sapu lidi, kosek terus sampai gempor. Jangan lupa sesekali dibilas sama air bersih ya... Kenapa harus ember plastik Mas? Coba kosek kreco ini di ember aluminium itu, gesekan cangkang sama logam itu bisa bikin tetangga marah!!!
Kedua..(yang paling bikin males) pangkas ujung cangkang kreco pakai parang atau pisau. Ini supaya kotoran di ujung tubuh snail ini bisa direduksi. Sekalian untuk lancarkan teknik Kecupan Maut di tahap konsumsi. Setahu saya, masih belum ada mesin yang bisa lakukan pekerjaan yang membosankan ini. Harus dilakukan manual, pegang kul-nya satu-satu. taruh di atas talenan kayu, angkat pisaunya, arahkan ke ujung cangkang kreco lalu KRESSSSS. Tips: Pakai pisau atau parang yang bobotnya lumayan. Sekali tebas putus deh. Proses guilotining sudah selesai. Akhiri dengan pembilasan final.
Selanjutnya rebus kreco-kreco tadi. Sekalian juga seasoning stage. Pembumbuan. Sambil di rebus di atas api besar, gepuk beberapa siung bawang putih, beberapa ruas lengkuas dan jahe serta kunyit. Masukkan juga batang sereh. Siapkan bumbu uleknya. Ketumbar, kemiri, merica, bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan jangan lupa cabe rawit untuk sensasi pedasnya. Ulek, tumbuk, blender atau apakanlah...pokoknya bisa lumat. Jangan lupa parut kelapa yang sudah tua, campur sama bumbu ini. Sudah...Masukkan ke rebusan kreco tadi. Kalau suka rasa pedes asem, tambahkan irisan tomat segar dalam panci. Bisa juga kasih beberapa potong cabe merah itu. Hmm......sedap aromanya pasti meruap-ruap.
Sesudah 2 sampai 3 jam, Kreco rebus bisa disajikan. Mau disedot panas-panas bisa, mau disajikan hangat-hangat boleh, mau dihajar sewaktu sudah dingin tidak masalah.
Khusus untuk daging kreco raksasa, Kul. Khan lebih gampang dilepas. Para penjual biasanya bikin sate Kul. Biasanya sesudah proses perebusan, daging Kul ini lepas sendiri dari cangkangnya. Tinggal ditusuk-tusuk pakai sujen sate. Kasih bumbu kacang. Jadi deh..hidangan tambahan. Mau dibakar dulu juga bisa, jadi sate beneran. Disedot....ya itu tadi yang saya sebut jurus Kecupan Maut. Daging kreco khan masih ada di dalam cangkangnya, makannya harus dicungkil, kalau pakai garpu sih jadi ribet, ga sebanding dengan ukuran kreco yang tiny-tiny ini. Jadi paling enak pakai toothpicks itu. Kalau dulu waktu masih jaman pincukan, sang penjual kreco selalu kasih biting ekstra di pincuk daun pisang tempat kreco disajikan. Ya untuk cungkil daging si snail ini dari cangkangnya. Bagi yang sudah tergolong snail freak, kreco addict, atau kelompok nggragaser, biasanya kreco rebus langsung dipegang pakai jari telunjuk dan ibu jari, tempel ke mulut dan . . .Jurus Kecupan Maut dilancarkan. Srup............!! Srup........!! Daging kreco atau kul yang kenyil-kenyil...diiringi kuah yang seger asem dan pedas masuk ke mulut. Mak Nyus-nya Pak Bondan saja lewat untuk diskripsikan nikmatnya makan kreco rebus ini. Mau coba ?....
Di Surabaya, betul agak susah cari sajian ini. Agak bukan berarti tidak ada yang jual. Mau beli . . . Langganan kreco rebus saya ada di dekat Kompleks Masjid Rahmat Kembang Kuning, dekat Jalan Diponegoro. 100 meter utara Masjid Rahmat Kembang Kuning ini, Anda bisa beli kreco setiap hari, mulai buka sekitar jam 10-an. Jam segitu Kulnya masih buanyak.
Si Mbok ini ngaku dapat kreco dari sejumlah petani di kawasan Waru Sidoarjo. Kreco dan kul ini khan tidak bisa diternak. Kalau bekicot atau escargot..di Jengkol Ploso Klaten Kediri, sudah banyak yang ternak bekicot. Kalau kreco dan kul ini, mereka tumbuh liar dan jadi hama padi.
Sudah dulu ya ceritanya. Salam untuk Erick Ireng. Jepreter LKBN ANTARA ini benar-benar kreco addict!!!. Peace Bro.. |
|  | Masih belum siang, nutrisari hangat juga masih belum habis separuh, mata juga masih sembab. Nongkrong di teras lantai dua, tiba-tiba Bapak kos menyapa. Basa basi soal kerjaan, kemudian beralih ke tamanan. Sang Bapak penasaran, waktu saya bilang kebunnya sudah masuk laman maya (Lihat Kebunku.....). Antusias sekali beliau langsung minta supaya kebunnya di update. Silakan Bapak..silakan jepret-jepret. Nanti urusan posting saya yang eksekusi. Paint the world green !!!. |
|  | Sidoarjo dan Petis, Tanggul Angin (Masih Sidoarjo juga) dengan Kerajinan Tas dan Koper itu, Wedoro dengan Kerajinan Sepatu dan Sandal ini masih sidoarjo juga, lalu Porong dengan Ote-ote eh Lumpur Lapindonya.
Semuanya itu ada di Kabupaten Sidoarjo. Ternyata Sidoarjo juga punya sentra kerajinan batik tulis. Benar lho ini. Pemkab Sidoarjo baru launching Kampung batik tulis Jetis ini. Lokasinya di pusat kota, gampang carinya. Cari stasiun kota Sidoarjo, kalau sudah ketemu, Anda ada di Jalan Diponegoro, ini jalan one way. Dari depan stasiun Sidoarjo ini, tengok kanan dah. Nah Gapura dengan motif batik lalu ada ornamen Canting batik sudah terlihat. Masuk saja gang itu, Anda sudah masuk kampung Jetis Sidoarjo. Akses lainnya dari Jalan Gajahmada Sidoarjo, ada Matahari, nah Anda lewat jalan kecil belakang SUN ini, lewati pasar rakyat, nyebrang kali Kuthuk, nanti juga tembus Jetis. Di gang utama kampung Jetis ini, Anda akan bisa lihat banyak outlet baju muslim, minyak wangi, sekarangtambah ramai dengan kedai busana batik, asesoris muslim, sampai oleh-oleh haji. Di gang utama ini juga banyak yang pasang papan nama Batik Tulis Sidoarjo. Mampir dan liat-liat dipersilakan kok. Intinya Dilihat-dilihat - dipilih-dipilih gitu.
Nah kalau mau agak susah dikit, masuk saja ke minor-minor gang disitu. Disini masih didominasi bangunan lama. Asyik kok jalan-jalan disini. Yang ga biasa sun-bathing, jangan lupa bawa payung. Siang hari di Sidoarjo itu fanas.....fanas....fanas..... Ada puluhan perajin batik, baik yang pakai papan nama ataupun tidak. Biasanya di depan rumah-rumah itu, ada jemuran dari bambu, dipakai njemur kainbatik yang habis digambar dan dikasih malam. Biasanya rumah-rumah perajin ini, selain jadi workshop, showroom, sekalian rumah tinggal. Lihat-lihat proses batik, pilih batiknya, beli batiknya, malah bonus teh manis hangat sekalian makan siang lho.
Saya kemarin mampir ke H. Ischak. Beliau ini usianya 70-an tahun, masih seger, dan masih kelihatan kerennya. Dia punya batik merek H.I. Dia ngaku, kalau kakek buyutnya sudah usaha bikin batik tulis, sebelum tahun 1920-an. Ya di Jetis ini. Jadi kampung batik Jetis ini sudah puluhan tahun dan keahlian mbatik ini diperoleh dan dikuasi secara turun-temurun. Motifnya juga motif kuno. Artinya tidak banyak perubahan dari motif yang dulu dipakai oleh para simbah-simbah dulu. Ada abangan dan ijo-ijoan (gaya Madura), motif beras kutah, motif krubutan (campurcampur) lalau ada motif burung merak, dan motif-motif jadul lainnya.
Kata Abah Ischak, perajin batik tulis Jetis ini tidak dari sekitar sini saja. Ada yang dari Tulangan, Tenggulunan dan sekitarnya. Ini juga masih di Sidoarjo. Para pembatik itu, ambil kain atau perlengkapan lainnya dari para juragan di Jetis sini, lalu dibatik di rumah. Selesai, tinggal setor ke Jetis lagi.
Harga?..Wah macem-macem...ada yang 60 ribu, ada yang 100 ribu, ada juga yang diatas 150 ribu. Tinggal pilih saja. Kalau mau batik yang gratis, ada. Telp saja saya, masih ada secarik di belakang. Tinggal sobek saja. he..he...Guyon ini.
Pasca launching oleh Pemkab kemarin. Kata Abah Ischak, banyak pembeli yang datang ke Jetis. Bikin penawaran dan eksekusi langsung. Ada yang ngaku mau dibawa ke Singapura atau ke China. Yang beli untuk dibawa ke Arab juga ada.
Silakan lho kalau mau mampir. Kalau mau diojek sekalian ditemai, bisa diatur jadwalnya kok. |
|  | Yup.....3 R dan kepanjangannya tadi adalah konsep penanganan sampah domestik (sampah rumah tangga) yang bisa dilakukan siapa saja, a very small contribution in helping to keep the environment clean and save.
Seperti yang kita tahu (kalau sadar untuk mau tahu), domestik (rumah tangga) menyumbang jumlah sampah yang sangat besar di setiap kelompok populasi. Surabaya saja, setiap hari puluhan dump truk pengangkut sampah hilir mudik dari pusat kota ke Benowo. Benowo menjadi lahan open dumping, atau bahasa Pemerintah Kota sebagai tempat Lahan Pembuangan Akhir. Ton-ton an sampah dari rumah saya, rumah Anda dan rumah warga Surabaya, jalan-jalan dan akhirnya ditumpuk di LPA Benowo. Konsep memindah sampah semacam ini, tentu bukan solusi tepat untuk permasalahan sampah kota. Pertama biaya mahal, perlu lahan luas, tumpukan bahkan sudah jadi gunungan sampah di Benowo, selain mengeluarkan polusi bau, air lindi beracunnya juga mencemari lahan tambak dan sawah di sekitar LPA. Konsep Reduce Reuse dan Recycle tadi, menjadi materi kampanye anti sampah, yang bisa jadi alternatif sederhana mengurai masalah sampah ini.
Dowo Rek openingnya...Nah sekarang Ini Lakon-nya. Pak Darno ini pegawai Pemkot Surabaya di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. Beliau menerima Kalpataru tahun 2007, kategori Pengabdi Lingkungan. Tahun lalu saya sempat ketemu sama Pak Darno ini, wawancara profil beliau sebagai sosok berprestasi, penerima Kalpataru Rek!!!. Waktu itu Pak Darno ini bilang, Kalpataru ini bukan tujuan akhir dirinya. Masih banyak yang harus diteliti, dilakukan sekaligus ditemukan, untuk menyelesaikan masalah sampah ini.
Sebelum terima Kalpataru, Pak Darno bertarung dengan sampah, dan berinovasi membuat BATEM, kepanjangan batu bata tengahnya macem-macem sampah. Batem yang sudah banyak dimanfaatkan untuk pondasi dan tembok rumah, plengsengan saluran dan masih banyak lagi.
Lalu ada lagi LUMPUR AJAIB SUDARNO, serbuk berbahan dasar semen ini dipakai sebagai alat bantu menjernihkan air limbah atau buangan saluran rumah tangga. Air rawa, diendapkan pakai LUMPUR AJAIB .........cling kinclong, tak berbau dan tak berasa.
Pak Darno, kelahiran Caruban 10 Juli 1954 ini juga masih punya inovasi lain, MBS kepanjangan Manis Bara Sudarno. Manis karena cairan ini berasal dari tebu muda, Bara karena tebunya harus dibakar dulu. Batang Tebu muda dibakar dan digiling, keluar cairan MBS ini. Cairan ajaib ini adalah penghilang bau, disemprotkan ke tong sampah, selain bau hilang, kecoak dan lalat juga ngacir....kayak Mandra. Eksperimen ekstrem yang pernah dilakukan, bangkai tikus disemprot pakai MBS ini, bau - free alias bau-less, zonder bau, tidak berbau (jangan pernah punya pikiran bunuh boss kalian dan semprot jenazahnya pakai MBS ini ya!!! Jangan Pernah!).
Cairan MBS ini juga bersinergi dengan TONGNOPOS (Tong Sudarno Kompos). Sampah domestik yang sebagaian besar adalah sayur - daging dll., dimasukkan ke Tongnopos ini, di semprot pakai MBS, tutup rapat!!! Dalam sebulan, sampah menyusut karena proses komposting dan menjadi lindi, ditampung masih bisa jadi pupuk cair organik. Kata Pak Darno, sampah setong itu bisa tinggal beberapa gram saja, ga sampe sekilo!!
Kemarin saya ketemu lagi dengan Pak Darno ini, wih..wih....seperti yang dulu beliau sampaikan, Kalpataru diterima bukan berarti selesai berinovasi. Sampah masih menantang, ayo bertarung!!
Nah Pak Darno kemarin, sempat bocorkan sedikit penemuan terbarunya, Panas Tanpa Api. Betul, Fireless Heat!!!. penemuan yang masih terus disempurnakan oleh Pak darno ini berasal dari limbah untuk tangani limbah. Bahan dasar Air kelapa yang biasanya dibuang begitu saja dipasar, kalau dibeli harganya 200 rupiah seliter. Lalu air kelapa ini difermentasi. Demo yang ditunjukkan kemarin, mengurangi dimensi plastik air mineral dengan panas. Prosesnya, air fermentasi kelapa di tuang dalam bejana tahan panas, tuang sedikit cairan rahasia (masih dirahasiakan). dalam 5 detik suhu fermentasi air kelapa bisa mencapai 150 derejat celcius! Masukkan Botol Air Mineral itu....zes....zes....zess.......Magic! Botol air mineral mengekeret...menyusut seperti masuk ke air mendidih..Pak Darno bilang, dia masih belum tuntas pikirkan penemuannya ini, paling tidak, sekarang bisa untuk kurangi dimensi sampah plastik itu. Pengembangan cairan pembangkit panas ini bisa untuk masak, dipakai para marinir atau tentara yang sedang tugas di hutan atau di daerah musuh, sehingga mereka bisa masak tanpa api. Keren Khan.
Eksperimen selanjutnya...Jelantah, minyak goreng sisa itu lho. Masyarakat sering membuangnya begitu saja, entah itu di saluran pembuangan, got, atau ke lahan terbuka. Jelantah dimasukkan ke cairan fermentasi air kelapa yang sudah dicampur cairan ajaib tadi. Ga sampai 1 menit. Dengan disertai aroma terbakar, Jelantah tadi mengental, dan betul-betul padat. Pak Darno masih memikirkan apakah jelantah padat ini bisa dipakai sebagai briket bahan bakar atau bagiamana. Nunggu petunjuk dari yang Ngecat Lombok Mas. Ok Friends, segitu dulu kenalannya dengan Pak Darno. Mau sambung dengan beliau, mungkin tertarik sama Tongnopos, MBS pengusir bau bangkai, atau Pupuk Cair Organiknya, Pak Darno berdiam di Kutisari Utara Surabaya. Lengkapnya, tanya Mbah Gugel saja ya. Remember! Reduce Reuse and Recycle Always. Peace. |
|  | Soal ini buat saya mbrebes mili. Bener! Saya urut kronologisnya dulu ya, biar seperti Berjalan lewat lorong waktu.
Bulan lalu Niken, sahabat di kantor, menikah di Bali. Bukan kawinnya Niken ini yang bikin saya berkaca-kaca karena patah hati, tapi oleh-oleh yang dibawa teman-teman pulang dari kawinannya Niken ini lho yang bikin mbrebes mili.
Roti klemben. Ya ini. Roti bolu yang bentuknya seperti balon zeppelin ini, menggugah memori jaman lawas. Waktu saya masih balita, kehidupan ekonomi orangtua saya kembang kempis. Cerita orang tua saya waktu itu, saya bisa lahir dan hidup adalah miracle (sampai detik ini saya coba untuk tidak lupa bersyukur atas keajaiban ini). Soalnya, calon kakak dan adik saya justru sangat disayang ALLAH, belum 5 bulan di kandungan sudah dipanggil pulang (kalau dokter jaman sekarang diagnosanya karena sang Ibu kurang asupan gizi). Nah roti bolu ini, yang kemudian saya tahu kemudian terbuat dari adonan tepung, gula dan telor ini, waktu itu adalah kareman Simbah Putri, ibu dari Bapak. Jadi di rumah (kami menyebutnya dalem etan = rumah timur) Mbah Putri sering ada persedian roti ini. Saking jarangnya ada sajian enak di rumah, mungkin juga karena kebiasan, saya jadi sering rewel minta diantar ke Mbah Etan, demi secuil roti bolu ini.
Satu yang saya ingat, Mbah Putri yang dua kakinya tidak bisa lagi bergerak pasca jatuh terpeleset di sawah, Beliau selalu berkaca-kaca, melihat sang putu yang mulutnya penuh mengunyah roti bolu ini, sementara di dua tangannya, sudah ada dua potongan lagi, nunggu giliran masuk perut. Mungkin Beliau mbatin........."Oalah Ngger........putuku sing nggantheng dhewe....kok persis wong ra tau nemu pangananan"
Kalau di pasar dekat rumah di Kediri sana, roti bolu ini dikemas dalam kantong plastik transparan, diberi landasan kertas buku atau koran bekas. Selain bentuk standar balon zeppelin itu, ada juga bentuk binatang seperti ikan atau kepala beruang. Manis dan gurih...murah...tahan lama juga.
Selamat menempuh hidup baru untuk Niken. Terima kasih Novri yang bawa oleh-oleh ini. Terima kasih membuat saya mbrebes mili dan berteriak "AKU INGIN PULANG!!!!"
Lho Novri tadi bilang, kalau Niken tadi pamitan. Wah sudah tidak sekantor lagi sama Niken. Selamat Jalan dan Semoga Sukses Niken. |
|  | Akhirnya sempat juga posting.
19 - 20 Mei 2008 lalu, di Gedung Nasional Indonesia, ada acara peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Isinya pameran foto-foto memorabilia dan sejumlah copy arsip dari Dr SOETOMO (30 Juli 1888). Anda semua pasti mahfum dengan Dr. SOETOMO ini, sewaktu masih kuliah di Stovia (sekolah dokter Jawa), Soetomo muda sadar-sesadarnya kalau bangsanya ini orang jawa, orang Sumatra, Kalimantan pokoknya orang Indonesia ini tidak akan pernah bisa merdeka kalau ga bersatu dan ga pinter. Supaya merdeka, SOETOMO muda dan teman-teman kuliahnya waktu itu berhimpun dalam BOEDI OETOMO. 100 tahun yang lalu kawan!!! BOEDI OETOMO ini sering menggelar diskusi mahasiswa, jaman itu, mereka yang bisa sekolah, bisa dibilang orang yang beruntung. Nah dari BOEDI OETOMO di Jakarta waktu itu, semangat bersatu, bergerak dalam sebuah gelombang besar pergerakan bangsa secara nasional bergulir ke daerah-daerah, dibawa lulusan Stovia. Catatan ini tentu sudah banyak yang tau khan, dari jaman sekolah dasar di pelajaran sejarah sampai sma juga diberikan. Nah yang ini foto-foto dari tinggalan Dr. SOETOMO yang kemarin dipajang dan dipamerkan di GNI Surabaya Jl. Bubutan Surabaya.
Dr. SOETOMO adalah dokter lulusan Stovia. Antara tahun 1919 sampai 1923, beliau lanjut sekoklah di Belanda, untuk spesialisasi kulit dan kelamin. Sesudah kembali ke Indonesia, dan tugas di Jatim, di Nganjuk dan Surabaya. Nah di Surabaya ini, Beliau bersama rekan-rekannya tetap bersemangat meminterkan bangsanya. Diskusi dan mengadakan kelompok studi di Surabaya yang disebut Indonesische Studie Club (Kelompok Studi Indonesia). Dari diskusi-diskusi dengan tema kebangsaan di kelompok ini, Dr. SOETOMO sadar, pendidikan kebangsaan bangsa akan sangat efektif kalau dilakukan dengan persuratkabaran. Sebelum ahun 1930-an, ada anak bangsa yang sudah sadar, kalau PERS adalah senjata ampuh melawan rejim penjajah.
Tahun 1924, Dr. Sutomo dan kelompoknya menerbitkan SOELOEH INDONESIA (bulanan berbahasa Belanda), SOELOEH RA'JAT INDONESIA (mingguan berbahasa Indonesia), KROMO DUTO (bulanan berbahasa Indonesia). Lanjut ya...SOELOEH INDONESIA nantinya ganti nama menjadi SOELOEH INDONESIA MOEDA, lalu KROMO DUTO menjadi mingguan SWARA OEMOEM. Tanggal 4 Januari 1931, Indonesische Studi Club berganti status menjadi Partai Bangsa Indonesia, untuk efektifitas SOELOEH RA'JAT INDONESIA dan SWARA OEMOEM dimerger menjadi SOEARA OEMOEM, harian berbahasa Jawa. Pada 2 September 1933, harian berbahasa Jawa SOEARA OEMOEM berubah menjadi majalah mingguan berbahasa Jawa, PANJEBAR SEMANGAT. PS begitu redaksi, jurnalis dan pembacanya menyebut majalah ini, menggunakan bahasa Jawa supaya ide-ide, pandangan, para tokoh-tkoh pergerakan waktu itu bisa mudah dicerna pembacanya. Sampai sekarang PS masih terbit, kalau dulu penerbitan-penerbitan jaman pergerakan diongkosi oleh tokoh pergerakan, PS ini masih terbit dan tanpa iklan. PS terbit tiap minggu dikirim ke pelanggannya sampai ke Belanda, Suriname, Selandia Baru. (data PS 17 Mei 2008)
Saya sendiri bisa dibilang hasil didikan PS. Tahun 80-an kami langganan PS, waktu itu saya masih belum bisa baca, rubrik pertama harus dibacakan oleh Bapak untuk saya waktu itu adalah komik Phantom di halaman belakang. Komik ini bilingual, Inggris dan Jawa. Lalu ada rubrik cerita wayang purwo. Dari sini saya juga kenal dengan cerita wayang mulai ramayana sampai mahabarata. Dari komik Phantom, cerita wayang, dan cerita misteri itulah, mungkin saya jadi lebih suka membaca. Membaca - membuka kunci pintu dunia, betul tidak? Terimakasih PS , Terimakasih Dr. SOETOMO. |
|  | Anda semua tentu kenal sama gorengan yang bentuknya mirip UFO alias piring terbang ini. Betul yang namanya OTE-OTE ini (makanan lho ya, bukan kondisi ga pakai baju atas), gorengan yang sangat populer. Terkenal karena kalau di Jawa Timur, hampir semua warung gorengan, di outlet yang di pinggir jalan, pakai tenda atau restoran yang cukup fancy, Ote-Ote ini juga jadi hidangan. Mau dimakan pagi, siang sambil coffe-break dalam meeting, atau sore-sore sambil minum teh manis, atau air jeruk nipis hangat....wuih.....nikmet.....Rasanya Guryihh....ditimpali lombok rawit yang masih ijo seger itu...huah..hua..huah..benar-benar bikin kapok lombok.
Nah yang di foto-foto ini, ada di kios di sudut Pasar Pakis, sekitar jam 2 siang.. Si Mbok yang nunggu kios, sampai heran-heran sewaktu saya nunggu Ote-Ote ini digoreng, bukannya duduk, malah ribet moto-moto adonan dan penggorengannya.
Nah yang di Pasar Pakis ini, sengaja difoto dan dipamerkan ke Anda-Anda, sodara saya semua, karena ada beberapa genuine yang layak dipamerkan. Bentuknya bisa dibilang sempurna, ukurannya sedang, pipih dan gembung di tengah seperti UFO tadi, tidak kempes, krispinya dapat, gurihnya boleh, dan si Mbok sangat generus kalau kasih rawit ijo. he...he...he...
Adonan dibuat dari tepung, irisan wortel dan kecambah (tauge) panjang, dan irisan daun seledri. Si Mbok nggak pakai daun kol, karena katanya daun kol yang banyak kandungan airnya nanti akan membuat Ote-Ote ini jadi berminyak, berair dan kempes. Jadi cekung, gembos gitu. Adonan dasar tadi juga masih dikasih bumbu lho... Bumbu standarnya itu bawang putih, bawang merah, garam beryodium, udang kupas, sedikit daun jeruk purut, ada ketumbar juga, sedikit merica, kalau mau ditambah kemiri boleh saja. Nah, sesudah semua ingredients ini ditumbuk alus, diuleg maksudnya, campur dengan adonan, dan yang penting jaga adonan jangan terlalu encer. Ok...Siapkan wajan. Di Pakis ini, si Mbok pakai wajan besar, minyak goreng dipanaskan dulu pakai api besar. Rendam cetakan Ote-Ote dalam minyak panas tadi. Si Mbok Pasar Pakis Surabaya ini pakai beberapa irus yang tangkainya sudah dicustom pakai kayu, tentunya biar tangan ini ga ikut kepanasan, kalau gagangnya dari aluminum atau baja ya coba sendiri saja. Adonan siap, wajan dan minyak goreng plus irus cetakan juga sudah panas, ciduk adonan pakai irus, langsung masuk ke Kawah Candradimuka. Sebaiknya ikuti cara si Mbok, dengan menggunakan beberapa irus, sambil nunggu Ote-Ote di irus pertama lepas landas dan mengapung diatas minyak goreng panas, isi irus kedua, ketiga dan keempat. Begitu irus ke empat masuk penggorengan, irus pertama giliran digoyang-goyang. Pelan-pelan saja goyangnya, kalau terlalu bernafsu, nanti dicekal kaya Dewi Persik. he..he..he..
Nah prosesnya direpetisi terus sampai adonan habis. Kata Si Mbok, kalau sudah pada ngapung, tinggal dibalik-balik dengan sabar, sampai matang di luar, matang di dalam, tidak nempel atau lengket satu sama lain, dan bentuknya sempurna.
Kalau sudah benar-benar matang, angkat tiriskan. Panas..jangan dicomot dulu. Nah siap disajikan. Yang paling sederhana, Ote-Ote ini bisa disantap langsung dengan support lombok rawit ijo segar tadi.
Panas - Gurih - Pedes....huah..hua...huah...kapok lombok tenan. Kalau mau mampir beli Ote-Ote ke Pasar Pakis Surabaya ini, siang saja. Jam 2 siang biasanya baru finish gorengan Ote-Ote sesi pertama.
Ote-Ote yang sudah sangat mendunia, adalah Ote-Ote Porong, adi karya Restoran Porong. Kalau lewat Raya Porong menuju Malang, sisi kiri Anda adalah tanggul lumpur, di sisi kanan ada Restoran Porong, origin Ote-Ote Porong. Karena males macet dan bau lumpur yang menyengat di sana, Ote-Ote Porong menjemput penggemarnya di Surabaya (gampang carinya kok).
Kalau yang pernah saya bikin, mungkin mau dicustomize lagi juga silakan. Saya pakai adonan standard, bumbu standar, hanya untuk airnya saya pakai kaldu udang. Udang untuk bumbu atau untuk topping direbus dulu. air rebusannya dipakai untuk cairan thiner, pengencer. Sayurnya tambah asparagus, mewah khan. Supaya krispi bin kemripik dan nyuuusssss, di adonan sedikit beri fermipan (tau kan fermipan). Kalau suka beri tepung yang untuk goreng ayam itu lho. Toppingnya sih bisa udang, irisan daging ayam goreng, cacahan sosis. Wis jian.....tidak terbatas deh.
Mau coba....monggo digoyang Mang. (ilustrasi intro "Janji Manis" lalu Dewi Persik mulai goyang....he..he... lidah bergoyang . .yang ..yang tanpa henti) |
|  | Nah yang ini favorit sejak saya bisa masak sendiri. Kalau pas di transnet, silakan coba menu ini. Rekomennya MAK GLENDER.....Nikmat!!!! Dari pada bikin dan masak sendiri, ke Transnet saja, tinggal kirim pesan dari komputer Anda ke Mas-Mas operator, atau cari Pak Dhe, a man like Roberto Carlos!!!!. Kembali ke ....Lap.....Omelette Telor Spesial Transnet. Siapkan komponen utamanya, dua ekor calon ayam, sebatang sosis (lebih enak lagi kalau yang smoked). Telor dipecah, taruh di pingan, panaskan frying pan pakai api kecil dulu, biarkan panas merata, tuang 2 sendok makan minyak goreng, biarkan panas dulu. Sementara itu potong sosis kecil-kecil, siapkan bawang bombay, irisi kecil-kecil, gepuk 1 siung bawang putih, lembutkan. Semua tadi dicampur dengan telor tadi. Diaduk-aduk supaya bersinergi, kalau mau, bisa ditambah merica tumbuk, garam sesuai selera. Minyak goreng sudah panas betul, posisikan frying pan agak miring di atas kompor, tuang camouran telor dan teman-temannya tadi. Srengggggggggg!!!!! Hmmm......(mungkin ini yang bikin banyak orang berminat jadi chef. Soalnya aroma sedap selalu keluar dari menu yang sedang dibuatnya). Dengan posisi frying pan miring gitu, bentuk omelette-nya nanti bisa oval, tebal dan bagus. Besarkan apinya, kata Pak Dhe supaya matangnya merata. Maklum kalau dimodel oval kayak gini, omelette-nya pasti tebal. Kalau di rumah sih, saya sering customize omelette ini. Biasanya saya pakai frying pan yang sedang, calon omelette itu di goreng dengan posisi frying pan datar, nah adonan telurnya khan tipis melebar, bentuk lingkaran. Gorengnya pakai api kecil, sambil nunggu matang, di atas telur yang tibis lebar tadi, kasih irisan nanas, stroberi, apel, kasih sayur juga bisa, mulai tauge, irisan kol, irisan tomat. Wis pokoknya apa yang masih ada di lemari pendingin bisa tampil semua. Nah . . nanti telurnya dilipat kayak ngelipat crepes gitu.
Yuk Kita kembali ke Transnet. Wah omelette order saya sudah matang, dari frying pan langsung angkat, pindah ke piring ukuran sedang, diolesi sedikit mentega, tambah irisan mentimun dan tomat......tambah saus tomat atau saus sambal. wis...wis...wiss berhenti nulisnya, saya makan dulu ya........
|
|  | Nah, saya sudah dapat ijin dari Managing Direktor Transnet untuk lihat salah satu menunya. Kebetulan siang itu saya AGAK lapar, jadi pesannya dua menu. Yang pertama Nasi Sambel Transnet. Membayangkan sambelnya sudah bikin ngiler...........(hi..jijik ah kok sampai ngiler!!!) Yang ini komponen utamanya tentu Nasi putih hangat nan harum, tempe goreng special, telor ceplok, dan sedikit sayuran. Dan jangan lupa sambelnya Pak Dhe. (Pak Dhe ini yang menggawangi segala macam hidangan yang ada di Transnet Cafe Surabaya.) Kita ngintip yuk Pak Dhe yang In Action di kitchen. Ayo Pak Dhe mulai...... Pertama Pak Dhe menyiapkan tepung panir, bumbu-bumbu RAHASIA yang sudah dalam bentuk serbuk, kalau dicicipi sih rasanya kayak campuran merica tumbuk, bawang putih, gula halus dan garam, ada sedikit aroma jahenya juga. tambahkan air matang ke tepung dan bumbu, aduk-aduk, bumbu ini dibuat encer, lalu tempe dipotong ukuran sedang bentuk kubus, jangan lupa di sayat-sayat. Cemplungkan potongan tempe ke bumbu. Biarkan sebentar, biar meresap kata Pak Dhe. Nah sambil nunggu proses meresapnya bumbu ke potongan tempe, kita nyeplok telur ayam. Panaskan parabolanya eh wajannya, kasih minyak goreng agak banyak, sreng..ngenggg, tabur sedikit garam pyur..pyur...pyur. Goreng sampai matang, angkat tiriskan. Giliran tempe di goreng juga, aromanya Saudara-Saudara, wis tho........pokok'e. Sesudah semuanya matang, tinggal dressingnya. Sepiring nasi hangat harum punel (raja lele kayaknya), didampingi tempe goreng, telur ceplok, dan mentimun serta irisan tomat. wih.....wih.....wih.....menu simple bin sederhana untuk siang hari yang panas. Kata Pak Dhe, telornya bisa diganti sama daging ayam, daging sapi, atau daging buaya. (Lho ada menu daging buaya juga? Nurut Pak Dhe, kalau ada yang pesan daging buaya, diminta nangkap dulu ke Kebun Binatang Surabaya.....he...he...lucu.......) Lho.....mana sambelnya kok belum disiapkan, Pak Dhe....Pak Dhe...mana sambelnya? Lho kok malah dibawa pergi piring nasinya. Halah....halah....halah....(kadung GR). Ternyata yang tadi itu pesenan FANIA. Bukan untuk saya (kalau pingin tahu FANIA, datang saja ke Transnet. Cewek ini layak dikenal). Pantes ga ada sambelnya....Wah harus nunggu lagi nih. Ga apa-apa wis, sekalian bikin omelette telur special ya Pak Dhe.
Krukkkk ......Krukkkkkk......Krukkkkkkkk (sound efek bunyi perut kelaparan) |
|  | Pemerintah minta warnet-warnet ngeblok situs "Tidak Baik". Hmmmmm.....tapi yang ini foto-foto Transnet, warung internet juga.
Warnet ini lokasinya di Jl Gubernur Suryo 6 - Surabaya. Kalau berkendara dari arah basuki rahmat, depan Plasa Tunjungan langsung belok kanan, sekitar 10 meter sudah lihat Transnet ini, di sisi kanan jalan. Depan Hotel Inna Simpang Surabaya.
Saya pernah juga hidup dari warnet bersejarah ini. he..he..he..hampir setahun jadi ope (operator) di sini. Nah yang sekarang ini Transnet sudah sangat-sangat bagus. Ini dibanding jaman 45 dulu lho. Bukan promosi, ini sudut pandang saya sebagai user lho, crew-nya ramah-ramah. Warnetnya bersih, koneksi lumayan kenceng, privasi juga ok. Kalo bawa motor, parkir aman, soalnya masuk ke ruang parkir sendiri, dijaga lagi. Mau sholat, sudah ada Musholanya. Ada 20 komputer client, mau lesehan juga ada. Mau surfing pakai notebook sendiri, bisa. Tinggal panggil ope, nanti pakai wire-connection. Wi-Fi-nya sebentar lagi datang Mas. Ini kata Andre yang managing director di situ. Apa kabar Pak Andre?
Sekarang Suguhannya. Kalau mampir ke sini, jangan lupa coba es tehnya. suuuuuueeegerrrrrrrrrr !!!! Mau sarapan, ada Nasi Daging Sapi Lada Hitam, Nasi Sambal dengan toping ayam goreng, telor dadar atau ceplok, masih ada tahu dan tempe gorengnya. Ada lagi, kita juga bisa pesan Omelette sosis hmmmmm ini enyak ini. Ada juga kentang stik goreng. Kalau yang ini ga direkomen ah..Porsinya standarnya ga bisa bikin kenyang, harus re-order. Yang paling saya rekomen, mie kuahnya. TOP!! (gambar suguhan diwarnet ini nanti saja ya postingnya, belum dapat permit dari Managing Directornya sih)
Sebelum mampir beneran, mampir dulu ke www.de-trans.net
|
|  | Di sinilah pintu gerbang peti kemas untuk keluar masuk Jatim dan Indonesia Timur. Kami juga melihat operasional Gantry, mesin untuk bongkar muat kontainer dari dan ke kapal. GUEEDHE SEKALI!!!!! Terima kasih, kawan-kawan Pelindo III dan juga TPS yang beri kesempatan kami melihat dari dekat dapur operasionalnya. |
|  | Juadah, (bukan haram) jadah, tetel, atau tape uli. Pasti pernah makan dong...Membuatnya?
Beberapa waktu lalu kami sekeluarga sempat membuatnya juga, untuk suguhan tamu yang esok harinya mau kumpul di rumah.
Seperti membuat ragam makanan atau jajanan Nusantara lainnya, juadah ini juga melalui beberapa tahapan
Bahan utamanya tentu beras ketan. Ketan dicuci bersih, lalu ditiriskan. Sambil nunggu beras ketan agak kering, mulailah saya mengupas kelapa yang cukup tua, cungkil daging kelapa dari bathoknya, lalu bersihkan kulit arinya itu. Sesudah dicuci bersih, kelapa mulai diparut deh. Saya juga ikut marut lho.
Ketan siap, parutan kelapa siap, dicampur deh di atas tampah. Diulet, pakai tangan lebih cepat rata. Jangan lupa beri garam secukupnya. Lalu, Nah ini ya yang hebat, untuk membuat jajanan yang dikenal juga disebut tape uli di Jawa Barat ini, harus pakai teknologi ruang angkasa. Lihat mesin pemasaknya itu, bentuknya khan seperti satelit yang siap ngorbit he..he..he.. Dikukus sampai betul-betul matang, begitu satelit ini dibuka tutup.....hemmmm ..hemmm ... uap beraroma gurih harum ...wih..wih...wih..cacing eh naga yang ada di bagian abdominal ini mulai menggeliat dan semakin liar. Pokoknya bikin lapar.
Lanjut lagi ke proses pembuatan tetel ini. Disebut tetel, ya karena sebelum disajikan, campuran ketan dan parutan kelapa yang sudah matang tadi, harus ditumbuk, atau boso jowone ditetel. Itu alat penetelnya sudah siap, sebatang alu perkasa dari kayu juga siap. Nah proses penetelan atau penumbukan dimulai, sampai nanti terbentuk jajanan yang liat itu.
Di kami, Juadah atau tetel yang sudah selesai proses penetelan, panas-panas langsung dibungkus dengan daun pisang, dimodel seperti lontong. Ini supaya nanti gampang untuk dipotong-potong, siap disajikan.
Oh iya, kapan-kapan teman-teman kalau membuat juadah ini, sebelum proses penumbukan, ambil sepiring saja, beri toping sambel tempe atau sambel kemiri sambil dicawisi tempe goreng. Hemm.......Wis tho.....nglangut tenan rasane. Guyiiiih.....tenan.
Nah kemarin, sesudah dijadikan kayak lonthong itu, juadah tinggal dipotong-potong, bisa disajikan di piring, ditemani kopi dan teh. Sorenya, karena masih sisa, juadah sempat di bakar. Untuk yang sesi juadah barbeque ini, Anda-Anda pasti ingat nikmatnya Juadah Bajar ini di Kali Urang, yang ada tempe bacemnya, ditambah lombok impling ijo itu. Wis....jan .... tanduk malih Mbok Jum.
Foto yang terakhir itu Mbak Asih. Keponakan tercinta yang dari pagi sampai sore bantu bikin juadah nan nikmat ini. Katanya pingin nampang di internet.
|
Kalimat diatas sering diucapkan Mbah Putri (sekarang 84 tahun) saya, kalau nyebut dan mohon Ampunan pada Allah SWT. Biasanya kalau ada peristiwa yang aneh, mengagetkan, atau putu-putunya yang begajulan ini rewel dan membuatnya judheg. Gusti Pengeran menurut pemahaman simbah putri adalah God The Almighty. Nyuwun Ngapura adalah ucapan permohonan maaf. Kalimat yang sama tak terasa saya ucapkan membaca berita di laman maya-nya Kompas dan Antara, Senin sore tadi ( 3 Maret). Beritanya seperti ini : Dari http://antara.co.id/arc/2008/3/3/siswi-smp-disekap-dan-dinodai-sembilan-remaja/SISWI SMP DISEKAP DAN DINODAI SEMBILAN REMAJA Bandung, 3/3 (ANTARA) - Seorang siswi SMP di Bandung beinisial Dw (16) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan sembilan remaja, selama empat hari empat malam.Korban diperkosa bergiliran dan disekap di sebuah rumah kosong sekitar Kompleks Taman Cileunyi, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kapolsek Cileunyi AKP Asep Saefudin didampingi Kanit Reskrim Ipda Dadang Garnadi kepada pers, di Bandung, Senin, mengatakan, aksi itu berawal saat korban diajak jalan-jalan oleh teman prianya berinisial IS (17), pada Rabu (27/2) sekitar pukul 23.30 WIB.. . . . . . Duh GUSTI . . Pengeran . .Nyuwun . . . Ngapura. . . Dunia apa sebenarnya ini.... Sejak Minggu sore (2 Maret) kemarin, berita yang panas di Indonesia adalah KPK menangkap oknum jaksa UTG di salah satu rumah di Jakarta Selatan, Minggu sekitar pukul 17.30 WIB, karena diduga menerima uang sebesar 660 ribu dolar AS atau Rp6,1 miliar. Juru Bicara KPK mengatakan, pemberian uang itu diduga bentuk penyuapan terkait kasus BLBI. Sang Jaksa bilang, uang itu dari transaksi jual beli batu permata. 1. Hari Minggu di Jakarta kayaknya ATM ga berfungsi ya? atau model e-banking masih belum populer di masyarakat kita ya? 2. Uang 6,1 miliar rupiah ki piro tho? Akeh memangnya? kalau dibelikan es cincau dapat berapa gelas ya? 3. wis mbuh kah......ruwet |  | Sarapan saya pagi tadi . . Kawan. Surabaya masih gelap, habis signing out dari kantor jam 3, nunggu adzan, setengah lima cabut dari Wonokitri. Temperatur udara sangat sejuk, perut sudah minta isi. Akhirnya berburu sarapan, yang agak berat, karena biasanya paling bubur ayam jakarta, di Raya Dukuh Kupang atau Kedung Doro. Akhirnya pilihan jatuh pada menu ini, Javanesse Bull's feet Soup. Wis. . . .Kikil Sapi gitu saja lah. Untuk menu yang satu ini sangat banyak yang jual di Surobajul ini. Saya meluncur ke Jl Ratna, sampingnya Iglas itu. "Kikil plus sumsum Mak!!!!" Ga sampai 3 minut, pesanan sudah ada di depan mata, foto-foto dulu he..he.. pamer. Seporsi, di piring saya ini tadi, ada 14 potongan kecil-kecil kikil. Nah yang kayak mercon bumbung atau meriam si Jagur itu tulang si sapi, masih ada tempelan daging kikilnya. dan didalamnya ada 4 cm-an sumsum hem.....hemmmmmmmmm Berhubung lontong belum tersedia, nasi menemani. Jadi betul-betul Sarapan berat ini....Kikil panas, sambel pedhes 4 sendok kecil, 4 iris jeruk nipis...kecap manis......hmmmmmmmmmm. Pertama nasi dan potongan kikil kecil-kecilnya dulu....pedhes...kecut....memang favorit. seling dulu dengan seteguk teh manis hangat...sekarang showtime!!!! Lupakan sendok, lupakan garpunya, pegang tulang kaki sapi itu jangan sampai mrucut...krauk..krauk....kraukkk slurp....slurp....huah..huah...hua...pedhes. kalau sudah main fingering kayak gini, ibarat ada hantu ambulan menampakkan diri, perhatian ga akan pindah dari balung sapi ini. kalau yang muncul miss universe 2007, bolehlah krakotan ini ditinggal he..he.. .
Sambil ngelap peluh yang ndrodos deras (pedhes man) di jidat pakai ujung lengan baju.......save the best for last...sumsum disedot, ditarik dari tulangnya, taruh di sendok....slurp.......mak legendher......he..he..he....he.....
Teman-teman bisa posting juga tempat kikil dahsyat favoritnya. |
|  | Bung Tomo, Sosok riil Pahlawan Kemerdekaan Indonesia, berjuang tanpa pamrih sampai akhir hayat, tanpa gelar Pahlawan Nasional dari negara, memilih dan berwasiat untuk dimakamkan di tengah-tengah rakyat, bukan Taman Makam Pahlawan. Ini adalah foto-foto Ibu Sulistina Sutomo (istri Bung Tomo) dan Bambang Sulistomo (putra Bung Tomo), sewaktu berkenan mampir ke Studio SS. |
|  | Foto-foto ini diambil dengan kamera 2 MP di SE K550i. Di rumah, mulai 6 bulan ini demam tanaman daun ini semakin kentara. Meski tidak banyak, mudah-mudahan bisa membantu world's green spirit to stop global warming. gitu...keren khan. |
Hari ini, Kamis 28 Feb 2008, di Auditorium Tugu Pahlawan Surabaya, dua buku tentang Bung Tomo di-launching. 1. Bung Tomo Suamiku: Biar rakyat yang Menilai Kepahlawananmu. Buku ini karya Sulistina Sutomo (Istri Bung Tomo). Romantika perjuangan sampai romantika kehidupan rumahtangga Bung Tomo. Menurut Ibu Sulastina, Bung Tomo adalah sosok yang sangat romantis, bersahaja dan penuh cinta. Bahkan Bung Tomo selalu membukakan pintu mobil untuk dirinya. dan akan marah sekali, kalau Ny Sulistina turun sendiri dari mobil tanp[a menunggu pintu dibnukakan oleh Bung Tomo. 2. Menembus Kabut Gelap: Bung Tomo Menggugat. Berisi dokumen-dokumen, tulisan. artikel dan surat Bung Tomo pada Bung karno, Pak Harto, Eissenhower Presiden AS dan banyak lagi. Bung Tomo, sosok Pahlawan Indonesia Sejati, tanpa gelar Pahlawan Nasional, menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena keyakinannya untuk terus dekat dengan rakyat, dan tidak mau berkumpul dengan pahlawan yang belum tentu pahlawan.  | Guestbook | |
 |
such a great blog. brightened up my day. thank you romy.. Tumaze Rine  Thanks for visiting the site. Thanks |
 |
such a great blog. brightened up my day. thank you romy.. Tumaze Rine |
 |
Oalah...ini tho yg namanya mas romy sujatmiko...yg jago makan itu yha  Wah..wah...wah...terimakasih gelarnya. Jago Makan (sudah ada yang pakai gelar ini) Mm....hem........kayaknya lebih bagus Jago Makan dari pada Recycle Bin. Terima kasih sudah mampir dan kasih komen. Untuk the real Jago Makan ...nuwun..nuwun....inspirasinya. |
 |
Oalah...ini tho yg namanya mas romy sujatmiko...yg jago makan itu yha |
 |
hemmmmm.....good cooking....nyammmm...yammm |
 |
Eh Rom.. jangan ditertawain.. numpang ngetop di multiplymu....  wis ngetop ngono lho....paling ga diapali karo lyn DA...oh wis ga yo...wis dijemput |
 |
akhirnya ktemu juga.... Mas Romy maksudx.... he...he...... ni yo9ie LMJ mas.... numpang beken ya.... |
 |
emmanis wrote on May 27, edited on May 27 Eh Rom.. jangan ditertawain.. numpang ngetop di multiplymu.... |
 |
makasih udah mampir ke rumahku mas....salam kenal yah :) kapan2 masakin aku yah...hehehe |
 |
terima kasih ya Rom. :) u r my besr friend's |
 |
aku yang 'orang perak' aja blm pernah blusukan di TPS sampe jauh gitu, sampeyan malah dah jadi 'mandor' di sana ;-) |
 |
DILE A TODOS LOS CONTACTOS DE TU LISTA, QUE NO ACEPTEN UN VIDEO LLAMADO'BOICOT AL CHIKILIKUATRE', ES UN VIRUS QUE FORMATEA EL ORDENADOR Y EL DE TUS CONTACTOS Y, ADEMÁS, TE QUITA LA CONTRASEÑA DE HOTMAIL OJO,SI ELLOS LO ACEPTAN, LO AGARRAS TÚ TAMBIÉN, MÁNDALO URGENTEMENTE A TODOSELLOS, ES UN MENSAJE DE IMPORTANCIA, SIMPLEMENTE COPIA Y PEGA
|
 |
rommy..hahaha..pinter tuh ulasan tentang kulinernya. Membangkitkan nafsu makanku..heheheh |
| |